<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Undull's Blog</title>
	<atom:link href="http://undull.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://undull.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2009 07:51:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='undull.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Undull's Blog</title>
		<link>http://undull.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://undull.wordpress.com/osd.xml" title="Undull&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://undull.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TEHNIK-TEHNIK MANCING IKAN DI LAUT</title>
		<link>http://undull.wordpress.com/2009/02/28/tehnik-tehnik-mancing-ikan-di-laut/</link>
		<comments>http://undull.wordpress.com/2009/02/28/tehnik-tehnik-mancing-ikan-di-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 07:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>undull</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[tekhnik mancing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://undull.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukanlah ahli dalam hal memancing. Hanya saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat dari para pemancing senior maupun sumber-sumber lainnya. Tehnik memancing di laut sangat bervariasi, bergantung pada lokasi mancing, jenis ikan, dll. Untuk mengawalinya saya mencoba menulis tentang piranti memancing. Anda akan menemui berbagai macam jenis piranti mancing pada toko-toko pancing. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=17&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukanlah ahli dalam hal memancing. Hanya saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat dari para pemancing senior maupun sumber-sumber lainnya. Tehnik memancing di laut sangat bervariasi, bergantung pada lokasi mancing, jenis ikan, dll. Untuk mengawalinya saya mencoba menulis tentang piranti memancing. Anda akan menemui berbagai macam jenis piranti mancing pada toko-toko pancing. Dibawah ini beberapa dari piranti mancing yang pernah di coba:<br />
   1.  Spinning<br />
   2.  Bait-casting<br />
   3.  Spin-casting<br />
   4.  Conventional<br />
   5.  Fly-fishing</p>
<p>Untuk informasi dan bentuk piranti memancing tersebut diatas, silahkan lihat disini. Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu MANCING DARI DARATAN (Inshore) and MANCING DI TENGAH LAUT (Offshore):<br />
MANCING DARI DARATAN (Inshore): Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:</p>
<p>1. SURFISHING (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti SPINNING adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.</p>
<p>2. PIERFISHING (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang. Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type SPINNING, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan SURFISHING.</p>
<p>3. ROCKFISHING (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam ROCKFISHING, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada ROCKFISHING bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan SURFISHING dan PIERFISHING. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti SURFISHING dan PIERFISHING, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.<br />
Selain teknik mancing yang telah disebutkan diatas ada teknik mancing lain yang bisa dilakukan baik dari pantai/dermaga maupun di tengah laut, yaitu:</p>
<p>MANCING DI TENGAH LAUT (Offshore): Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:</p>
<p>1. BOTTOM FISHING (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.</p>
<p>2. JERKING (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.</p>
<p>3. KITE FISHING (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.</p>
<p>4. DRIFTING (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.</p>
<p>5. TROLLING (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.</p>
<p>POPPING (Mancing dengan popper): Menggunakan umpan tiruan yang disebut POPPER, yang dilemparkan pada jarak tertentu untuk kemudian kenur digulung sehingga umpan bergerak dipermukaan sambil menimbulkan cipratan serta suara deburan yang mengundang predator. Teknik ini efektif dilakukan jika ikan buruan bermain dipermukaan. Piranti yang digunakan umumnya jenis  Spinning.<br />
Jika ada diantara pemancing yang mempunyai tehnik mancing selain yang ada diatas, dan bersedia berbagi dengan saya, silahkan mengirimkan tehnik tsb kepada saya. Atau jika anda menemui kesalahan pada tulisan diatas, mohon informasikan kepada saya, terima kasih. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/undull.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/undull.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/undull.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=17&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://undull.wordpress.com/2009/02/28/tehnik-tehnik-mancing-ikan-di-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afb671cc88189e5e7e08b6b30be7af84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">undull</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam pertanyaan</title>
		<link>http://undull.wordpress.com/2009/01/24/enam-pertanyaan/</link>
		<comments>http://undull.wordpress.com/2009/01/24/enam-pertanyaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 02:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>undull</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[enam]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://undull.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. . Pertama&#8230; &#8220;Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini&#8230;???&#8221; Murid-muridnya ada yang menjawab&#8230;&#8221;orang tua&#8221;, &#8220;guru&#8221;, &#8220;teman&#8221;, dan &#8220;kerabatnya&#8221; &#8230;Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar&#8230;Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah &#8220;kematian&#8221;.. . Sebab kematian adalah PASTI adanya&#8230;. Lalu Sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=14&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333333;font-family:Arial;">Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..Lalu</span><span style="color:#333333;"><span style="font-family:Arial;"> beliau mengajukan enam pertanyaan.. .<br />
<strong>Pertama</strong>&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab&#8230;&#8221;orang tua&#8221;, &#8220;guru&#8221;, &#8220;teman&#8221;, dan &#8220;kerabatnya&#8221; &#8230;Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar&#8230;Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah &#8220;kematian&#8221;.. .<br />
Sebab kematian adalah PASTI adanya&#8230;.</p>
<p>Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan <strong>kedua</strong>&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini&#8230;???&#8221; Murid-muridnya ada yang menjawab&#8230; &#8220;negara Cina&#8221;, &#8220;bulan&#8221;, &#8220;matahari&#8221;, dan &#8220;bintang-bintang&#8221; &#8230;Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar&#8230; </span><span style="font-family:Arial;">Tapi</span></span><span style="color:#333333;font-family:Arial;"> yang paling benar adalah &#8220;masa lalu&#8221;&#8230;Siapa pun kita&#8230; bagaimana pun kita&#8230;dan betapa kayanya kita&#8230; tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu&#8230; Sebab itu kita harus menjaga hari ini&#8230; dan hari-hari yang akan datang..</p>
<p>Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang <strong>ketiga</strong>&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling besar di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab &#8220;gunung&#8221;, &#8220;bumi&#8221;, dan &#8220;matahari&#8221;.. .Semua jawaban itu benar kata Sang Guru &#8230;<br />
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah &#8220;nafsu&#8221;&#8230; Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya&#8230;Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu&#8230; Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini&#8230; jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)&#8230;</p>
<p>Pertanyaan <strong>keempat</strong> adalah&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling berat di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Di antara muridnya ada yang menjawab&#8230; &#8220;baja&#8221;, &#8220;besi&#8221;, dan &#8220;gajah&#8221;&#8230; &#8220;Semua jawaban hampir benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru ..tapi yang paling berat adalah &#8220;memegang amanah&#8221;&#8230;</p>
<p>Pertanyaan yang <strong>kelima</strong> adalah&#8230; &#8220;Apa yang paling ringan di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Ada yang menjawab &#8220;kapas&#8221;, &#8220;angin&#8221;, &#8220;debu&#8221;, dan &#8220;daun-daunan&#8221; &#8230;&#8221;Semua itu benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru&#8230;<br />
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah &#8220;meninggalkan ibadah&#8221;&#8230;</p>
<p>Lalu pertanyaan <strong>keenam</strong> adalah&#8230;<br />
&#8220;Apakah yang paling tajam di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya menjawab dengan serentak&#8230; &#8220;PEDANG&#8230;!! !&#8221; &#8220;(hampir) Benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru<br />
tetapi yang paling tajam adalah &#8220;lidah manusia&#8221;&#8230; Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati&#8230; dan melukai perasaan saudaranya sendiri&#8230;</p>
<p>Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN&#8230;<br />
senantiasa belajar dari MASA LALU&#8230;<br />
dan tidak memperturutkan NAFSU&#8230;???<br />
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun&#8230;<br />
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH&#8230;.<br />
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita&#8230;???</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/undull.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/undull.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/undull.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=14&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://undull.wordpress.com/2009/01/24/enam-pertanyaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afb671cc88189e5e7e08b6b30be7af84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">undull</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjual Keperawanan</title>
		<link>http://undull.wordpress.com/2008/12/19/menjual-keperawanan/</link>
		<comments>http://undull.wordpress.com/2008/12/19/menjual-keperawanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 01:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>undull</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://undull.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=3&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post_message_276484">Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel  berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel  menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas  ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang  agak di pojok.</p>
<p>Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu  yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter  mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong.  Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah  seseorang yang sedang ditunggunya.</p>
<p>Petugas satpam itu mulai berpikir  bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel  ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak.  Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.</p>
<p>Setelah sekian lama,  akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan  bertanya:</p>
<p>&#8221; Maaf, nona &#8230; Apakah anda sedang menunggu seseorang?<br />
&#8221; Tidak! &#8221; Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.</p>
<p>&#8221; Lantas untuk apa anda duduk disini?<br />
&#8221; Apakah tidak boleh? &#8221;  Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.</p>
<p>&#8221; Maaf, Nona.  Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati  layanan kami.&#8221;<br />
&#8221; Maksud, bapak?</p>
<p>&#8221; Anda harus memesan sesuatu  untuk bisa duduk disini &#8221;<br />
&#8221; Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang.<br />
Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan saya  jual &#8221; Kata wanita itu dengan suara lambat.</p>
<p>&#8221; Jual? Apakah anda  menjual sesuatu disini? &#8221;</p>
<p>Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu.  Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga  yang hanya membawa brosur.</p>
<p>&#8221; Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini  bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. &#8221;<br />
&#8221; Saya ingin menjual  diri saya, &#8221; Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam dalam kearah  petugas satpam itu.</p>
<p>Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri  dan ke kanan.<br />
&#8221; Mari ikut saya, &#8221; Kata petugas satpam itu memberikan  isyarat dengan tangannya.</p>
<p>Wanita itu menangkap sesuatu tindakan  kooperativ karena ada secuil senyum diwajah petugas satpam itu. Tanpa ragu  wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.</p>
<p>Di koridor hotel itu  terdapat korsi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar  ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni  kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.</p>
<p>&#8221; Apakah anda  serius? &#8221;<br />
&#8221; Saya serius &#8221; Jawab wanita itu tegas.<br />
&#8221; Berapa tarif  yang anda minta? &#8221;<br />
&#8221; Setinggi tingginya..&#8217; &#8216;</p>
<p>&#8221; Mengapa? Petugas  satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.<br />
&#8221; Saya masih perawan &#8221;</p>
<p>&#8221; Perawan? &#8221; Sekarang petugas satpam itu benar benar terperanjat. Tapi  wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..  Pikirnya</p>
<p>&#8221; Bagaimana saya tahu anda masih perawan?&#8221;<br />
&#8221; Gampang  sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan. Ya kan  &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Kalau tidak terbukti?<br />
&#8221; Tidak usah bayar &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221;  Baiklah &#8230;&#8221; Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke  kanan.<br />
&#8221; Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli  keperawanan anda. &#8221;<br />
&#8221; Cobalah. &#8221;</p>
<p>&#8221; Berapa tarif yang diminta? &#8221;<br />
&#8221; Setinggi tingginya. &#8221;<br />
&#8221; Berapa? &#8221;<br />
&#8221; Setinggi tingginya. Saya  tidak tahu berapa? &#8221;</p>
<p>&#8221; Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel  ini. Tunggu sebentar ya. &#8221;</p>
<p>Petugas satpam itu berlalu dari hadapan  wanita itu.</p>
<p>Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi  dengan wajah cerah.</p>
<p>&#8221; Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta  Rp. 5 juta. Bagaimana? &#8221;<br />
&#8221; Tidak adakah yang lebih tinggi? &#8221;<br />
&#8221; Ini  termasuk yang tertinggi, &#8221; Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.<br />
&#8221; Saya  ingin yang lebih tinggi&#8230;&#8221;<br />
&#8221; Baiklah. Tunggu disini &#8230;&#8221; Petugas satpam  itu berlalu.</p>
<p>Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah  lebih berseri.</p>
<p>&#8221; Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta  rupiah. Bagaimana? &#8221;</p>
<p>&#8221; Tidak adakah yang lebih tinggi? &#8221;</p>
<p>&#8221;  Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa  oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil  oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan  uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan  keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan  lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan  komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama sama butuh &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Saya ingin tawaran tertinggi &#8230; &#8221; Jawab wanita itu, tanpa peduli  dengan celoteh petugas satpam itu.</p>
<p>Petugas satpam itu terdiam. Namun  tidak kehilangan semangat.</p>
<p>&#8221; Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya.<br />
Tapi sebaiknya anda ikut saya.<br />
Tolong kancing baju anda disingkapkan  sedikit.<br />
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. &#8221; Kata  petugas satpam itu dengan agak kesal.</p>
<p>Wanita itu tak peduli dengan saran  petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki  lift.</p>
<p>Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata  sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.</p>
<p>&#8221; Ini yang saya  maksud, tuan. Apakah tuan berminat? &#8221; Kata petugas satpam itu dengan sopan.</p>
<p>Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama kesekujur tubuh wanita itu  &#8230;</p>
<p>&#8221; Berapa? &#8221; Tanya pria itu kepada Wanita itu.<br />
&#8221; Setinggi  tingginya &#8221; Jawab wanita itu dengan tegas.<br />
&#8221; Berapa harga tertinggi yang  sudah ditawar orang? &#8221; Kata pria itu kepada sang petugas satpam.<br />
&#8221; Rp. 6  juta, tuan &#8221;<br />
&#8221; Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk  semalam. &#8221;</p>
<p>Wanita itu terdiam.</p>
<p>Petugas satpam itu memandang ke  arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.</p>
<p>&#8221;  Bagaimana? &#8221; tanya pria itu.<br />
&#8221;Saya ingin lebih tinggi lagi &#8230;&#8221; Kata  wanita itu.</p>
<p>Petugas satpam itu tersenyum kecut.</p>
<p>&#8221; Bawa pergi  wanita ini. &#8221; Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar  dengan keras.</p>
<p>&#8221; Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar  benar ingin menjual? &#8221;<br />
&#8221; Tentu! &#8221;<br />
&#8221; Kalau begitu mengapa anda  menolak harga tertinggi itu &#8230; &#8221;<br />
&#8221; Saya minta yang lebih tinggi lagi  &#8230;&#8221;</p>
<p>Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi.  Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.<br />
Dicobanya untuk tetap membuat  wanita itu merasa nyaman bersamanya.</p>
<p>&#8221; Kalau begitu, kamu tunggu  ditempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. &#8221;</p>
<p>Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria  yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah  sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari  hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.</p>
<p>&#8221; Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Ripiah.<br />
Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara.<br />
Wajah pria  itu nampak masam seketika</p>
<p>&#8221; Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen  kamu.<br />
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! &#8221;</p>
<p>Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan  wanita.<br />
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan  diwajah pria itu.</p>
<p>Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria  itu: &#8221; Pak, apakah anda butuh wanita &#8230; ??? &#8221;</p>
<p>Pria itu menatap  sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.</p>
<p>&#8221; Ada  wanita yang duduk disana, &#8221; Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.</p>
<p>Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.  &#8221; Dia masih perawan..&#8221;</p>
<p>Pria itu mendekati petugas satpam itu.<br />
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. &#8221; Benarkah itu? &#8221;<br />
&#8221;  Benar, pak. &#8221;<br />
&#8221; Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu &#8230; &#8221;<br />
&#8221;  Dengan senang hati. Tapi, pak &#8230;Wanita itu minta harga setinggi tingginya.&#8221;<br />
&#8221; Saya tidak peduli &#8230; &#8221; Pria itu menjawab dengan tegas.</p>
<p>Pria itu  menyalami hangat wanita itu.<br />
&#8221; Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu  minta. Nah, sekarang seriuslah &#8230;&#8221; Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.</p>
<p>&#8221; Mari kita bicara dikamar saja.&#8221; Kata pria itu sambil menyisipkan  uang kepada petugas satpam itu.</p>
<p>Wanita itu mengikuti pria itu menuju  kamarnya.</p>
<p>Di dalam kamar &#8230;</p>
<p>&#8221; Beritahu berapa harga yang kamu  minta? &#8221;<br />
&#8221; Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit &#8221;<br />
&#8221;  Maksud kamu? &#8221;<br />
&#8221; Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya  untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterimakasih &#8230;. &#8221;<br />
&#8221; Hanya  itu &#8230;&#8221;<br />
&#8221; Ya &#8230;! &#8221;</p>
<p>Pria itu memperhatikan wajah wanita itu.  Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual  cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil  sebagai petarung gagah berani ditengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis.  Pria ini sadar, bahwa dihadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai.  Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk  sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut  melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas  keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh  orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.</p>
<p>&#8221; Siapa nama kamu? &#8221;<br />
&#8221; Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar &#8230; &#8221; Kata  wanita itu<br />
&#8221; Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah  sesuatu yang pantas ditawar. &#8221;<br />
&#8221;Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! &#8221;</p>
<p>&#8221; Ada ! Kata pria itu seketika.</p>
<p>&#8221; Sebutkan! &#8221;</p>
<p>&#8221; Saya  membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.<br />
Terimalah uang  ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu kerumah sakit.<br />
Dan  sekarang pulanglah &#8230; &#8221; Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas  kerjanya.</p>
<p>&#8221; Saya tidak mengerti &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Selama ini saya selalu  memanjakan istri simpanan saya.<br />
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia  tak pernah berterimakasih.<br />
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka  selamanya dia selalu meminta.<br />
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa  terimakasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang  tuanya.<br />
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar  &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Dan, apakah bapak ikhlas&#8230;? &#8221;<br />
&#8221; Apakah uang itu kurang?  &#8221;<br />
&#8221; Lebih dari cukup, pak &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Sebelum kamu pergi, boleh saya  bertanya satu hal? &#8221;<br />
&#8221; Silahkan &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Mengapa kamu begitu  beraninya &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Siapa bilang saya berani.<br />
Saya takut pak &#8230;<br />
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu  saya kerumah sakit dan semuanya gagal.<br />
Ketika saya mengambil keputusan untuk  menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.<br />
Bukan pula  pertimbangan akal saya yang `bodoh` &#8230;<br />
Saya hanya bersikap dan berbuat  untuk sebuah keyakinan &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Keyakinan apa? &#8221;</p>
<p>&#8221; Jika kita  ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Yang Maha Kuasa lah yang akan  menjaga kehormatan kita &#8230; &#8221; Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.</p>
<p>Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:<br />
&#8221; Lantas apa yang bapak  dapat dari membeli ini &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Kesadaran&#8230; &#8221;</p>
<p>.. . .</p>
<p>Di sebuah rumah dipemukiman kumuh.</p>
<p>Seorang ibu yang sedang  terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.</p>
<p>&#8221; Kamu sudah  pulang, nak &#8221;<br />
&#8221; Ya, bu &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Kemana saja kamu, nak &#8230; ???&#8221;<br />
&#8221; Menjual sesuatu, bu &#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221; Apa yang kamu jual?&#8221; Ibu itu  menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum &#8230;</p>
<p>Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah  kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang  gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak  bisa dielakan. Tapi Yang Maha Kuasa selalu memberi tanpa pamrih, tanpa  perhitungan &#8230;</p>
<p>&#8221; Kini saatnya ibu untuk berobat &#8230; &#8221;<br />
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: &#8221; Yang Maha Kuasa  telah membeli yang saya jual&#8230; &#8221;.</p>
<p>Taksi yang tadi ditumpanginya dari  hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya kedalam taksi  dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: &#8221; Antar kami kerumah sakit  &#8230;&#8221;</p></div>
<p><!-- / message --><!-- sig --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/undull.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/undull.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/undull.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=3&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://undull.wordpress.com/2008/12/19/menjual-keperawanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afb671cc88189e5e7e08b6b30be7af84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">undull</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://undull.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/</link>
		<comments>http://undull.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 10:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>undull</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=1&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/undull.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/undull.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/undull.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=undull.wordpress.com&amp;blog=5867958&amp;post=1&amp;subd=undull&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://undull.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afb671cc88189e5e7e08b6b30be7af84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">undull</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
